Awalnya Kau bina sebuah ketentuan,
Bercambah berputik seakan tanaman,
Menginspirasi harapan,
Mengertikan sandaran,
Melestari kenangan,
Dengan satu keyakinan,
Atas namaMu Tuhan.
Saat percayaku jitu,
Kau uji dengan ragu,
Serangan persepsi yg membelenggu,
Tegar mempersoalkan takdirMu,
Apakah benar ini ketentuanMu?
Futur durjana membekas di qalbu,
Dalam sela waktu tertentu.
Nyata sungguh Kau Maha Perkasa,
Hidup ini Kau yg punya,
Usai teguh berdiriku bak laksamana,
Gambaran demi gambaran melakar bahagia penghujungnya,
Sekelip mata ianya sirna,
Menanti waktu lenyap segalanya.
Tuhan,
Apakah makna harapan?
Apakah makna kepercayaan?
Sampai waktu lesap tanpa kesan,
Jika bukan Kau tempat sandaran,
Manakah lagi tempat penggantungan.
Ini adalah aturanMu,
Akan kuharungi sesuai dengan kehendakMu.
